Home / Artikel / Anak / Ayah: Bersama Buah Hatimu!

Ayah: Bersama Buah Hatimu!

Di dalam Quran, selain ditemukan banyak hikmah yang dapat diambil, terdapat juga perintah yang ditujukan kepada manusia, baik secara spesifik maupun secara umum. Dan bukan hanya itu, di Quran pun dapat di temukan, tidak kurang dari 14 ayat yang menyatakan perintah mendidik anak yang harus di lakukan oleh seorang ayah –seperti yang di tercantum dalam Quran Surat Luqman di awal-, dan jika di bandingkan dengan ayat yang memberikan perintah mendidik oleh ibu, maka peran ayah dalam mendidik anak jauh lebih besar.

Ayah, adalah figur sentral dalam pendidikan anak. Baik menurut agama, menurut akal sehat, dan dunia modernpun menyatakan bahwa perintah Quran agar ayah mendidik anaknya, dibuktikan kebenarannya melalui beragam penemuan ilmiah. Karena itulah, pemahaman “aku harus melibatkan diri dalam pengasuhan anak” sudah dimiliki banyak ayah sekarang, terutama ayah-ayah muda. Namun tentunya, tidak dapat di pungkiri banyak hal yang menjadi penghambat sehingga niat terlibat langsung dalam mengasuh anak belum dapat terwujud.

Apa hambatan utama para ayah untuk banyak terlibat aktif mendidik anak? Melalui berbagai macam studi, sebagian besar di karenakan minimnya waktu ayah dalam terlibat aktif mengasuh anak. Hal ini dikarenakan peran aktif ayah sebagai pencari nafkah yang menghidupi keluarga.

Akan muncul berbagai macam alasan, kesibukan ayah bekerja dikantor, atau penghasilan yang tidak seberapa sehingga harus ‘nyambi’ dengan pekerjaan sampingan, atau alasan lain yang menjadi argumen pembenaran bahwa waktu ayah sudah habis demi mencukupi kebutuhan keluarga. Lalu bagaimanakah dengan hak anak mendapatkan perhatian dari ayah? Dan bagaimanakah dengan perintah Quran kepada ayah untuk mendidik anakmu?.

Peran Ayah bagi Anak.

Ayah dan ibu memiliki perannya masing-masing dalam perkembangan anak-anaknya. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa seorang ayah cenderung lebih menyemangati
dalam berkompetisi, kemandirian, dan prestasi. Sedangkan ibu lebih cenderung pada keadilan, kerja sama dan keamanan.

Menurut pemerhati dunia keayah-an, Irwan Rinaldi, seorang ayah memiliki peran penting terhadap anak yang setara juga dengan pentingnya peran ayah kepada ibunya sang anak (istri). “Ayah sangat berperan dalam hal mengasuh dan mendidik anak-anak. Dan sama seperti ibu, ayah bertanggungjawab memberikan nutrition dan nurture sekaligus, tidak bisa hanya satu bagian saja”, tutur Irwan.

Irwan kemudian menjelaskan apa yang dimaksud dengan nutrition dan nurture. “Tanggungjawab nutrition adalah memastikan bahwa anak dan istri tidak terzhalimi dalam soal sandang pangan. Ayah wajib memberikan nafkah yang cukup dan layak bagi kelangsungan hidup keluarga. Sedangkan tanggungjawab nurture adalah memastikan bahwa ayah terikat dan terlibat dalam pengasuhan anak-anak secara penuh”.

Artinya tentu saja, ayah memiliki kewajiban penuh untuk membersamai anak dalam tumbuh kembangnya, dan tidak hanya menyerahkan soal pendidikan anak hanya kepada ibunya saja.

Karena itu pula, kebiasaan masyarakat saat ini yang membiarkan anak tumbuh besar di sekolah, sedangkan ayah (dan mungkin ibu) mencari nafkah di luar dan jarang membersamai anak perlu di evaluasi, agar jangan sampai kemudian tumbuh kembang anak menjadi tidak terpantau terutama oleh ayah.

Irwan kemudian menambahkan, “Ayah dan ibu harus kembali mengasuh dan mendidik anaknya dengan pola dan paradigma pengasuhan yang benar dan baik. Berikutnya kalau memang dalam keadaan darurat sang ayah terlalu lama dan sering berada di luar rumah maka mutlak sang ayah mencari ilmu tentang ayah dan jadilah ayah yang berkualitas”

Kiat Membagi Waktu

Dengan berbagai macam kesibukan, lalu bagaimana membagi waktu bersama anak?

Irwan membagi resep agar kesibukan ayah, tidak menghalangi menjalani hari bersama anak. “Pertama, tentukan prioritas. Kalau sang ayah mengatakan bahwa kerjaan lebih prioritas dari anak maka sangat sulit untuk meminta ayah peduli terhadap anak. Kedua, jangan pernah menunda momen pengasuhan yang terjadi antara ayah dana anak. Ketiga, jadikan setiap pertemuan dengan anak meski durasinya pendek menjadi pertemuan yang bermakna terutama buat anak”

Pria yang pernah menjadi tim kreatif dan konseptor program edukatif anak-anak di televisi ini kemudian menambahkan persoalan anak-anak muslim sekarang itu adalah kurangnya peran ayah dalam kehidupan mereka. “Akibatnya banyak anak-anak yang jauh dari ayah, karena kurangnya komunikasi diantara mereka. Karena itu sedapat mungkin, luangkan waktu kepada anak-anak agar mereka dekat dengan sang ayah”

Seorang ayah idealnya bisa menjadi tempat berlindung untuk anak. Komunikasi sendiri bisa dibangun dengan cara mengobrol, mendongeng, menanyakan hariharinya disekolah dan senantiasa menanyakan hasil belajarnya disekolah. Interaksi seperti inilah yang seharusnya dibangung oleh ayah kepada anak sehingga anak akan senantiasa rindu sang ayah setiap hari.

Luangkan Waktu bersama Anak!

Hak manusia adalah bergerak secara dinamis (bekerja), dan ada juga hak tubuh untuk mengisi ulang tenaga (istirahat) untuk dapat bergerak kembali. Demikian juga anak, memiliki hak untuk menjalani hari bersama ayah meskipun ayahnya sangat sibuk.

Jangan sampai gejala fatherless atau tumbuh kembang tanpa kasih sayang ayah semakin meluas. Perlu di mengerti bahwa gejala ini adalah hasil gerakan eksternal dari sebuah rekayasa agar generasi muslim tumbuh kembang dalam keadaan lemah terutama dari sisi pengasuhan. Kenapa? Karena para ayahnya dijauhkan dari pemahaman tentang perkembangan anaknya. Dan hal ini kemudian menjadi semakin kurang baik ketika paradigma dan sikap dari kalangan internal muslim sendiri, justru menganggap bahwa ayah hanya berperan dalam persoalan fisik anak saja, tanpa menyentu ruang pertumbuhan mental dan spritual. Ini yang harus diperbaiki, dengan cara sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan ke tengah-tengah masyarakat.

Ada beberapa cara sederhana agar ayah dapat lebih dekat dengan anak. Yang pertama bisa dengan cara mendongeng. Anak-anak umumnya menyukai cerita dongeng. Anak-anak kecil rata-rata sangat suka mendengarkan cerita. Ayah dapat belajar cara mendongeng yang baik, sehingga anak pun makin tertarik dengan dongeng ayah.

Selain itu ayah dapat mengagendakan liburan bersama anak. Harapan anak-anak adalah dapat menghabiskan waktu di luar rumah bersama orangtuanya. Ayah dapat merencanakan piknik atau sekadar jalan-jalan ke tempat baru yang belum pernah dikunjungi bersama anak-anak tanpa melibatkan ibu.

Makan malam bersama pun juga merupakan kesempatan terbaik untuk memperdalam ikatan emosional antar keluarga. Ayah dapat mendengarkan celotehan anak dalam aktifitasnya di sekolah dan ini sangat mempengaruhi ikatan emosional sang anak dengan ayahnya.

Bahkan hal sederhana seperti mengantar anak-anak ke sekolah sebelum berangkat ke kantor merupakan jembatan penghubung hati ayah dengan anak. Percayalah bahwa anak akan merasa sang ayah masih peduli dan memperhatikan kebutuhannya.

Check Also

Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu Namun Itu Baik Buatmu

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu …